Jumat, 29 April 2011

BISMA SM*SH "Jari Tinggal 9,5 Plus 250 Jahitan"

Diposting oleh Dwi Astuti Purnama Sari di 00.50
Peristiwa kelam itu terjadi tahun 2007 di Bandung. Lokasi tepatnya Bisma lupa. Malam itu sekitar jam 11, Bisma baru pulang dari mengambil barang yang tertinggal di rumah teman. Tiba-tiba saja, segerombolan pengendara motor menghadang Ima. Mereka geng motor!

Tahu keganasan mereka Ima hanya pasrah dan membaca istighfar. Ima bukan anggota geng motor lain. Ima juga memberikan apa saja yang diminta. Seluruh isi tas, dompet, HP, dan lainnya. Semuanya deh. Ima betul-betul syok dan bingung. Mereka terlihat begitu ganas. Yang terakhir, mereka minta helm yang Ima pakai. "Jangan melawan," kata mereka. Ima juga memberikan helm dan tidak memberi perlawanan. Namun, tiba-tiba mereka membantai Ima begitu saja. Bisma tak ingat benda apa saja yang menghujaninya. Ketika itu, Ima hanya bisa teriak menahan sakit, membaca istighfar, dan tangan berusaha melindungi kepala.

Saat kejadian itu Bisma enggak pingsan sama sekali. Ima sadar ketika sejumlah orang datang menolong dan membawa ke rumah sakit. Baju putih Ima penuh darah. Sambil menahan sakit Ima menyaksikan darah mengucur dari sekujur tubuh. Tangan kanan Ima juga sudah ngaplek, enggak bisa digerakkan. Tulangnya juga kelihatan. Bisma syok banget melihatnya. Dalam hati Ima berkata, "Aduh, bagaimana ini, saya enggak bisa break dance lagi."

Luka dari keganasan mereka ada di badan, tangan, kepala, dan telinga. Telinga kiri Ima robek, hampir putus. Jari tangan Ima sekarang cuma 9,5. Ha.. ha.. ha.. (Bisma menunjukkan telunjuk kiri yang hilang satu ruas).
 

Potongannya sudah dikubur. Sementara pergelangan tangan kanan masih bisa diselamatkan, dioperasi dan ditanam pen (besi penyangga otot, Red). Kata dokter, kalau tangan tidak menahan kepala, mungkin akan lebih banyak memori yang hilang. Total, ada 250 jahitan disekujur tubuh Ima. Alhamdulillah wajah Bisma tidak ada luka.

Karena kejadian itu, kata dokter Ima mengalami amnesia pendek. Sebagian memori Ima banyak yang hilang. Hal-hal yang baru pun kadang gampang hilang dari ingatan.

Bisma enggak dendam sama sekali. Semenjak kejadian itu, enggak tahu kenapa, Ima ikhlas. Serius. Ima sendiri aneh, kok, bisa berlapang dada. Padahal, sebetulnya Ima punya ego yang lumayan kuat. Hanya papa dan mama yang kesal dan enggak terima dengan kejadian itu. Kok, anak yang selalu dimanja (Bisma anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Mega (30), Red), dianiaya seperti ini. Justru Ima yang menenangkan papa dan mama, memang sudah jalannya harus begini.


Bisma hanya dua hari di RS. Waktu itu, pas tiga hari menjelang Lebaran, dan Ima sudah berencana ingin merayakannya di kampung, Sumedang. Jadi, dalam kondisi masih diperban dan dipen, Ima dibawa ke Sumedang untuk dirawat bibi, yang kebetulan perawat. Ima lupa berapa lama disana.

Trauma? sangat. Bisma enggak berani ke luar malam sambil mengendarai motor. Mendengar bunyi keras knalpot saja bikin syok. Pernah, waktu jalan-jalan sama teman pakai mobil, ada kumpulan pengendara motor, jaraknya jauh, sih, tapi langsung bikin Ima gemetar dan hampir pingsan karena ketakutan.


Kemampuan breakdance juga sudah enggak maksimal lagi (Bisma pernah juara pertama di Let's Dance dan runner up Let's Dance Goes To Japan di Global TV). Kalau harus beraksi dengan bertumpu pada tangan, enggak kuat lama karena sakit. Kalau headspin (aksi berputar di atas kepala) masih bisa. Untung luka di kepalannya enggak di bagian tengah, ha.. ha.. ha..

Enggak ada yang perlu ditutup-tutupi dari kondisi jari Ima. Dulu pernah ada ide, jari disambung dengan yang jari buatan, tapi keluarga menolak. Lebih baik apa adanya dan enggak ada yang palsu. Bisma juga cuek dan enggak ada masalah. Fans ada yang bertanya mengenai hal ini dan Ima jelaskan. Ini memang sudah terjadi, dan saya lebih menatap ke depan.

dikutip dari artikel Tabloid Nova : http://www.tabloidnova.com/Nova/Selebriti/Aktual/Bisma-SMASH-Jari-Tinggal-9-5-Plus-250-Jahitan

0 komentar:

Posting Komentar

 

Cuap Cuip Cuep Copyright © 2011 Design by Ipietoon Blogger Template | web hosting